Membedakan Fakta dan Opini dari Berita yang Didengar

Artikel kali ini akan menjelaskan tentang Membedakan Fakta dan Opini dari Berita yang Didengar,
Anda tentu sering menyaksikan berita di televisi, menyimak di radio, bahkan membacanya di media massa, bukan? Saat menyaksikan, menyimak, atau membaca berita, apa yang Anda peroleh? Tentu saja informasi yang dapat memperluas wawasan, bukan? Agar lebih jelasnya, mari perhatikan penjelasan berikut.

Membedakan Fakta dan Opini dari Berita yang Didengar

Informasi tentang sesuatu disebut berita atau kabar, dapat juga disebut warta. Dalam bahasa Inggris, berita disebut NEWS, yang merupakan kepanjangan dari North (Utara), East (Timur), West (Barat), dan South (Selatan).

Hal ini berarti bahwa berita tersebut dapat diperoleh dari arah mana saja dan disebarkan ke arah mana pun. Untuk memperolehnya, Anda dapat membaca berita di media cetak seperti koran, tabloid, dan majalah.

Selain itu, Anda juga dapat menyimaknya di media elektronik, seperti radio, televisi, dan internet. Bahasa berita biasanya ringkas dan jelas agar mudah dibaca atau disimak dalam waktu singkat.

Para pembuat berita/warta disebut wartawan (pewarta). Wartawan biasanya bekerja di sebuah perusa haan pers yang menyediakan layanan informasi.

Anda dapat mengetahui pokok-pokok isi sebuah berita. Untuk menentukan pokok-pokok isi berita, ada cara-cara tertentu, yaitu dengan mengajukan pertanyaan yang termasuk ke dalam unsur berita 5W + 1H, yaitu what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana).

Sekarang, buatlah pertanyaan- pertanyaan tentang berita yang telah Anda dengarkan seperti contoh berikut. Kemudian, jawablah pertanyaannya.a.  Apa yang diberitakan?b.  Siapa yang menjadi objek berita?c.  Di mana peristiwa itu terjadi?d.  Kapan peristiwa itu terjadi?e.  Mengapa peristiwa dalam berita itu terjadi?f.  Bagaimana akhir atau kelanjutan berita tersebut?

Selain itu, dari suatu berita, Anda dapat menemukan pula data-data yang berupa fakta dan pendapat. Fakta merupakan bukti-bukti suatu peristiwa yang benar-benar terjadi dan dapat di temukan di lapangan atau kenyataan sehari-hari.

Adapun pendapat, yaitu ungkapan atau pernyataan dari seseorang terhadap suatu peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan.


Berikut ini salah satu contoh fakta dan pendapat.

Fakta : Lapisan es Antartika di Kutub Selatan kembali mengalami kondisi kritis. Bagian barat benua beku tersebut pecah sehingga bongkah es seluas tujuh kali Kota Manhattan, AS atau sekitar sepertiga luas Jakarta, lepas ke lautan lepas.

Pendapat : Ia memprediksi lapisan es Wilkins akan habis dalam 15 tahun ke depan jika tren kenaikan suhu tidak dapat dicegah. Meskipun bagian yang telah hilang dari beting es tersebut baru 4 persen, hal tersebut tetap dapat memicu retakan lebih besar.

Sebuah berita pun dapat melahirkan bahasan dari seseorang atau kelompok yang memerhatikan terhadap berita itu. Misalnya, berita tentang pecahnya es di Antartika, akan mendapatkan bahasan dari pemerhati lingkungan, organisasi pecinta lingkungan, para pelajar, atau pembaca.

Untuk membahas berita tersebut, tentu harus memerhatikan fakta dan pendapat yang disajikan berita tersebut. Hal ini dimaksudkan agar bahasan tersebut tidak melenceng dari kenyataan yang sebenarnya.

Istilah terkait fakta dan opini :

fakta snsd, fakta super junior, fakta tilbudsavis, fakta unik, fakta åbningstider, rema, kvickly, føtex, kalla fakta, unga fakta, artikel opini, contoh fakta, contoh opini, fakta dan opini, fakta opini, kalimat opini, opini audit, opini masyarakat, pengertian opini, w opini, opini publik, opinii.

Baca Juga : Pola Pengembangan Paragraf dan Jenisnya
LihatTutupKomentar