Puisi Lama : Ciri-ciri, dan Langkah-langkah Menulis Puisi Lama

Puisi Lama : Ciri-ciri, dan Langkah-langkah Menulis Puisi Lama - Berikut ini merupakan pembahasan tentang puisi lama yang meliputi pengertian puisi lama, ciri-ciri puisi lama, langkah-langkah menulis puisi lama. Berikut pembahasannya.

Pengertian Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang terkait oleh aturan-aturan tertentu yaiti; terkait oleh jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, adanya persajakan atau rima, terdapat banyak suku katadalam tiap baris dan juda adanya rima.
Berikut ini merupakan pembahasan tentang puisi lama yang meliputi pengertian puisi lama Puisi Lama : Ciri-ciri, dan Langkah-langkah Menulis Puisi Lama

Ciri-ciri Puisi Lama

Berdasarkan kecenderungan yang dimiliki karya puisi lama maka dapat dicirikan karakteristik puisi lama. Adapun ciri-ciri puisi lama lama antara lain:
  1. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  2. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  3. Sangat terkait oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Langakah-langkah Menulis Puisi Lama 

Menulis puisi biasanya dijadikan media untun mencurahkan perasaan, pikiran, pengalaman, dan kesan terhadap suatu masalah, kejadian, dan kenyataan disekitar kita. Langkah-langkah penciptaan puisi itu sendiri terdiri atas empat tahap penting, yaitu :
  • Pencarian ide, dilakukan dengan mengumpulkan atau menggali informasi melalui pembaca, melihat, dan merasakan terhadap kejadian/peristiwa dan pengalaman pribadi, sosial masyarakat, ataupun universal (kemanusiaan dan ketuhanan).
  • Perenungan, yaitu memilih atau menyaring informasi (masalah, tema, ide, gagasan) yang menarik dari tema yang didapat. Kemudian memikirkan, merenungkan, dan menafsirkan sesuai dengan konteks, tujuan, dan pengetahuan yang dimiliki.
  • Penulisan, merupakan proses yang paling genting dan rumit. penulisan ini mengerahkan energi kreatifitas (kemampuan daya cipta), intuisi, dan imajinasi (peka rasa dan cerdas membayangkan), serta pengalaman dan pengetahuan. Untuk itulah tahap penulisan hendaknya mencari dan menemukan kata ataupun kalimat yang tepat, singkat, padat, indah, dan mengesankan. Hasilnya kata-kata tersebut menjadi bermakna, terbentuk tersusun, dan terbaca sebagai puisi, tentunya sesuai dengan kaidah yang harus diikuti : jumlah baris atau jumlah kalimat dalam setiap baitnya, jumlah suku kata dalam setiap kalimat, rima atau persamaan bunyi.
  • Perbaikan atau Revisi, yaitu pembacaan ulang terhadap puisi yang telah diciptakan. Ketelitian dan kejelian untuk mengoreksi rangkaian kata, kalimat, baris, bait, sangat dibutuhkan. Kemudian, mengubah, mengganti, atau menyusun kembali setiap kata atau kalimat yang tidak atau kurang tepat. Oleh karena itu, proses revisi atau perbaikan ini terkadang memakan waktu yang cukup lama hingga puisi tersebut telah dianggap "menjadi" tidak lagi dapat diubah atau diperbaiki lagi oleh penulisnya.
"Dalam penulisan puisi lama kita bisa mempelajari apa itu puisi lama dan juga jenis-jenisnya. Puisi lama kini sudah terabaikan dengan adanya puisi baru atau modern.

Puisi lama jika ditelaah dengan teliti mempunyai kata-kata yang amat indah dan juga bermakna. Oleh karena itu, dengan mempelajari lagi tentang puisi lama marilah kita sebagai generasi muda untuk melestarikan dan mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari karena itu kekayaan atau warisan leluhur kita yang harus tetap dijaga."

LihatTutupKomentar